Jika melakukan perjalanan di alam terbuka, kita bisa terkena luka memar di tangan atau kaki. Bahkan, kita juga bisa mengalami patah tulang. Jika hal ini terjadi, kita harus memberi pertolongan pertama terhadap luka tersebut. Bagian yang keseleo atau patah harus ditahan di posisinya agar tidak berubah. Jika mungkin, kembalikan ke posisinya semula. Dikenal dua macam patah tulang, yaitu patah tulang terbuka dan path tulang tertutup. Disebut patah tulang terbuka, ketika tulang yang patah menyobek daging sampai terbuka keluar. Jika mengalami patah tulang terbuka, mudah sekali terinfeksi bakteri, sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit.
1. Patah Tulang di Bawah Sikut
Patah tulang yang terjadi antara sikut dan jari tangan dapat diikat dengan mudah. Agar bagian yang patah tidak membengkak, tangan yang patah dijaga posisinya setinggi mungkin.
2. Patah Tulang di Atas Sikut
Pad harus dipasang di bagian lengan dalam (dimulai dari ketiak), lalu di bagian luarnya dari pundak sampai sikut. Lalu, tangan yang patah dijaga posisinya dengan mengikat pergelangan tangan, dan digantungkan ke leher.
3. Patah Tulang di Bagian Lutut
Jika terjadi patah tulang di lutut, di bagian belakang kaki dipasang penyangga. Lalu di bawah lutut yang patah diberi pad dingin. Jika tulang lutut tidak patah, pad dipasang di antara tulang kering dan paha, lalu diikat bersama kaki kanan dan kiri.
Tampilkan postingan dengan label survival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label survival. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Desember 2011
Membuat Tempat Tinggal Darurat dari Pohon
Jika membuat tempat tinggal darurat di dalam hutan yang selalu diselimuti salju, tempat tinggal tersebut harus bisa menjaga tubuh dari kedinginan. Cara yang paling baik adalah dengan menggali salju dan membuat lubang seperti gua salju. Udara ditahan di antara kristal es, sehingga baik sebagai insulator. Selain membuat gua, tempat tinggal sementara dapat juga dibuat dari pohon dan dahan-dahan pohon.
1. Gua Salju dari Pohon
Cari pohon besar sebagai tiang penyangga, lalu gali salju sampai bertemu dengan lapisan tanah. Tutupi bagian atasnya dengan ranting pohon yang lain untuk mencegah masuknya angin da salju.
2. Tempat Tinggal yang Terbuat dari Pohon yang Tumbang
Salju yang ada di bawah pohon disingkirkan, lalu tanah dialasi ranting pohon. Untuk mencegah dingin, nyalakan api di pintu masuk.
3. Tempat Tinggal yang Terbuat dari Ranting Pohon
Batang pohon besar disusun membentuk segitiga, lalu dibuat pilar. Atap bisa dibuat dari ranting kecil untuk mencegah masuknya angin dan dingin.
1. Gua Salju dari Pohon
Cari pohon besar sebagai tiang penyangga, lalu gali salju sampai bertemu dengan lapisan tanah. Tutupi bagian atasnya dengan ranting pohon yang lain untuk mencegah masuknya angin da salju.
2. Tempat Tinggal yang Terbuat dari Pohon yang Tumbang
Salju yang ada di bawah pohon disingkirkan, lalu tanah dialasi ranting pohon. Untuk mencegah dingin, nyalakan api di pintu masuk.
3. Tempat Tinggal yang Terbuat dari Ranting Pohon
Batang pohon besar disusun membentuk segitiga, lalu dibuat pilar. Atap bisa dibuat dari ranting kecil untuk mencegah masuknya angin dan dingin.
Cara Menjaga Kehangatan di Musim Dingin
Cara menjaga kehangatan tubuh saat musim dingin adalah dengan menutup kepala. Karena, di kepala banyak terdapat pembuluh darah yang harus dijaga kestabilan peredaran darahnya. Melalui bagian kepala, pergelangan tangan, leher, dan pergelangan kaki yang terbuka, kita kehilangan 0% - 5% panas tubuh. Berikut adalah cara menjaga kestabilan kehangatan saat musim dingin.
1. Berpakaian Bersih
Minyak dan kotoran yang melekat di baju bisa mengakibatkan penurunan suhu badan.
2. Memakai Baju Longgar
Memakai baju ketat bukan hanya memengaruhi munculnya lapisan udara hangat di antara baju dan kulit, tapi juga peredaran darah. Sehingga, untuk mengurangi hawa dingin, lebih baik memakai beberapa rangkap baju tipis dibandingkan hanya memakai satu buah baju tebal.
3. Baju Harus Dijaga Tetap Kering
Baju luar seperti jaket atau pakaian tebal lainnya, kalau tidak tahan air, saat salju yang melekat mencair, baju akan mudah basah. Tapi, bila kita memakai baju luar yang tahan air berbahan parasit atau pembuat jas hujan, salju tidak akan melekat pada baju, sehingga kekeringan baju bisa di pertahankan.
4. Menghindari Pemanasan yang Berlebihan
Menghindari pemanasan yang berlebihan sangat diperlukan karena keringat yang melekat pada tubuh kita aka berefek mengurangi hawa hangat dari badan. Jadi, saat beraktivitas lebih baik memakai baju yang standar dan diusahakan supaya tidak terlalu berkeringat.
1. Berpakaian Bersih
Minyak dan kotoran yang melekat di baju bisa mengakibatkan penurunan suhu badan.
2. Memakai Baju Longgar
Memakai baju ketat bukan hanya memengaruhi munculnya lapisan udara hangat di antara baju dan kulit, tapi juga peredaran darah. Sehingga, untuk mengurangi hawa dingin, lebih baik memakai beberapa rangkap baju tipis dibandingkan hanya memakai satu buah baju tebal.
3. Baju Harus Dijaga Tetap Kering
Baju luar seperti jaket atau pakaian tebal lainnya, kalau tidak tahan air, saat salju yang melekat mencair, baju akan mudah basah. Tapi, bila kita memakai baju luar yang tahan air berbahan parasit atau pembuat jas hujan, salju tidak akan melekat pada baju, sehingga kekeringan baju bisa di pertahankan.
4. Menghindari Pemanasan yang Berlebihan
Menghindari pemanasan yang berlebihan sangat diperlukan karena keringat yang melekat pada tubuh kita aka berefek mengurangi hawa hangat dari badan. Jadi, saat beraktivitas lebih baik memakai baju yang standar dan diusahakan supaya tidak terlalu berkeringat.
Langganan:
Postingan (Atom)